Kamis, 26 September 2013

“CICAK NAKAL”

“CICAK NAKAL”
Pada suatu malam aku bermain karet dengan adiku, untuk memburu cicak kemudian aku neik kursi yang berroda aku menepel cicak yang ada di atap tetapi tidak kena lalu karetnya jatuh ke bawah kemudian aku mau mengambil karetnya dibawah ketika aku turun tiba-tiba... kursi nya jalan sendiri “suuurrrr, bruk... bruk...” lalu jatulah aku dari kursi itu. “Adehh.... sakit,,,”
            Tangan tertidih badan dan akhirnya patah tulang “ohh.. sungguh apes-aspes” Tidak lama kemudian aku memanggil nenek ku dan nenek ku terkejut melihatnya “looo looo , tole kok bisa jungkir balik gitu le,, ya ALLAH ..”  kemudian aku dibawa ke sangkal putung , untuk menyambung tangan ku yang patah. Sepajang perjalan aku nagis gak karuan,, meritih... “aduh... aduh... sakit... sakit”. Sungguh biasanya aku anak yang keren, gateng dan jagon malu banget jadi anak yang cengeng,, nangisan. Apa lagi ketika di tarik tangan ku sama dokter “owaahhh,,, nangisku semakin tinggi teriaku “aduhhhhhhhhhhhhhh” sampai telinga dokternya hampir jebol.
            Setelah pulang dari sangkal putung , aku istirahat. Dan masyallah sakitnya “gak nahan” sampai- sampai hampir satu bulan aku tidak masuk sekolah. Dan benar- benar aku sudah kapok dan gak mau main yg aneh-aneh lagi, dan aku harus bisa mensyukuri kesehatan ini. Dan sungguh kawan kesehatan itu mahal. Makan dari itu manaatkan waktu mu sebaiknya untuk ibadah... ibadah... ibadah. Karena kita tidak akan tahu kapan bencana itu akan datang dan kenkmatan yang kita punya akan diambil lagi oleh-Nya. Maka WASPADALAH-WASPADALAH..