Pemilu tidak sesuai dengan
arti demokrasi yang sesungguhnya
Demokrasi adalah suatu pemerintahan dari rakyat ,oleh rakyat,dan
untuk rakyat.
Demokrasi pada dasarnya kekuasaannya dari rakyat dan untuk rakyat
oleh karnanya semua berhak untuk berpartisipasi dalam kebijakan yang di
keluarkan suatu pemerintah .tapi kenyataannya tidak sesuai dengan yang terjadi
di masyarakat, padahal dalam pemilu pun sudah terdapat asas jurdil yaitu jujur dan adik
dan ada pula asas luber yaitu langsung,umum ,bebes, rahasia,dan semua hasil
pemilu itu kembali pada rakyat .
Demokrasi sekarang hanya
pemerintahan dari rakyat tapi bukan untuk rakyat tapi untik kepentingan
pemerintah sendiri padahal pada waktu pemilu pemerintah sangat memeperdulikan
dan memgobral janji-janji kepada rakyat ,tapi pemerintah dalam melaksanakan
tugasnya tidak sesuai dengan janji yang telah di berikan rakyat .
Apakah itu disebut dengan demokrasi ?
Seharusnya dalam pemilu juga pemerintah melaksankan sesuatu syarat
yang telah ditentukan saat pemilu,dengan
kita melakukan dengan baik syarat yang ada maka rakyat akan berpikir baik
kepada pemerintah.
Karena pada proses pemilu pemerintah tadak melakukan dengan
cara-cara yang jurdil tapi dengan cara
curang seperti memberi uang kepada rakyat dengan tujuan supaya rakyat memilih
dia,sehingga rakyat juga binggug knapa setiap pemilu selalu melakkan seperti
itu lalu langkah yang di ambil oleh rakyat
mana yang memeberikan uang banyak
kenapa karene pemerintah semaunya melakukan seperti itu .dan jika pemimpin itu
telah menjadi maka ia lupa akan bahwa semua itu dari rakyat dan untuk rakyat jika pemerintah di tanyai
tentang itu maka jawabanya pasti kan sudah daya beli dengan uang itulah
permainan politik zaman sekarang.
Rakyat tidak mendapatkan hak yang telah di janjikan oleh pemerintah
dan suatu pemerintah tidak menjamin kesejahteraan rakyat
sehingga banyak penganguran dan lain sebagainya.

