Sabtu, 26 Oktober 2013

demokrasi

Pemilu tidak sesuai dengan arti demokrasi yang sesungguhnya

Demokrasi adalah suatu pemerintahan dari rakyat ,oleh rakyat,dan untuk rakyat.

Demokrasi pada dasarnya kekuasaannya dari rakyat dan untuk rakyat oleh karnanya semua berhak untuk berpartisipasi dalam kebijakan yang di keluarkan suatu pemerintah .tapi kenyataannya tidak sesuai dengan yang terjadi di masyarakat, padahal dalam pemilu pun sudah terdapat asas jurdil yaitu jujur dan adik dan ada pula asas luber yaitu langsung,umum ,bebes, rahasia,dan semua hasil pemilu itu kembali pada rakyat .

 Demokrasi sekarang hanya pemerintahan dari rakyat tapi bukan untuk rakyat tapi untik kepentingan pemerintah sendiri padahal pada waktu pemilu pemerintah sangat memeperdulikan dan  memgobral janji-janji kepada  rakyat ,tapi pemerintah dalam melaksanakan tugasnya tidak sesuai dengan janji yang telah di berikan  rakyat .

Apakah itu disebut dengan demokrasi ?

Seharusnya dalam pemilu juga pemerintah melaksankan sesuatu syarat yang telah ditentukan  saat pemilu,dengan kita melakukan dengan baik syarat yang ada maka rakyat akan berpikir baik kepada pemerintah.

Apakah kondisi sekarang seperti itu?

Karena pada proses pemilu pemerintah tadak melakukan dengan cara-cara yang  jurdil tapi dengan cara curang seperti memberi uang kepada rakyat dengan tujuan supaya rakyat memilih dia,sehingga rakyat juga binggug knapa setiap pemilu selalu melakkan seperti itu lalu langkah yang di ambil oleh rakyat  mana yang memeberikan  uang banyak kenapa karene pemerintah semaunya melakukan seperti itu .dan jika pemimpin itu telah menjadi maka ia lupa akan bahwa semua itu dari rakyat dan  untuk rakyat jika pemerintah di tanyai tentang itu maka jawabanya pasti kan sudah daya beli dengan uang itulah permainan politik zaman sekarang.


Rakyat tidak mendapatkan hak yang telah di janjikan oleh pemerintah dan suatu pemerintah tidak menjamin kesejahteraan  rakyat  sehingga banyak penganguran dan lain sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar