Selasa, 10 Desember 2013

tki

TKI atau TKW ,Derita Tah Henti  Mereka Semua Menanti

Buruh migran Indonesia atau yang lebih popular dengan sebutan TKI (Tenaga kerja indonesia  ) setiap bulan tak kurang dari 80.000 TKI dikirim ke berbagai Negara dan sekitar 80 persen dan di antaranya adalah perempuan maka TKI di sebut juga dengan TKW (Tenaga kerja wanita).kesulitan ekonomi menjadi alasan utama yang mendorong mereka jauh-jauh merantau padahal ke tidak benaran menggelola Negara inilah yang menjadi pangkal kesulitan ekonomi ,pertumbuhan ekonomi rill jalan di tempat himgga berujung pada penyempitan lapangan kerja dan PHK massal .
Anda pasti telah mendengar TKW atau pun TKI yang menjadi korban kebiadapan majikannya ?ya,tapi  jumlahnya sedikit yang diekspos .ini menjadi cerminan kondisi yang sebenarnya banyak TKW Indonesia yang mengalami nasib tidak deruntung dan akhirnya bunting mereka tidak mendapat perlindungan selayaknya sebagai warga Negara Indonesia di Negara lain
Seorang supir asal di Indonesia yang mengadu nasib di Negara tersebut menuturkan kepada sebuah media tentang sisi lain dari dari kisah para pahlawan divisia Negara itu ,menurutnya ,nasib tragis para TKI tidak terlepas dari sikap Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang nilainya kurang tegas ,”misalnya ,ada tidak yang di perkosa majikanya .sebelum TKI tersebut melapor kejadian tersebut di pihak  KBRI ,si majikan yang menperkosanya sudah terlebih dahulu datang ke KBRI sambil membawa pengacara dan sejumlah uang untuk damai ,”jelas sopir di jaddah selama dua tahun ini.
Kondisi justru berbeda di perlihatkan oleh Kudubes Filipina di Arab Saudi ,kudubes Filipina di nilainya telah tegas dalam melindugi kepentingan dan hak para tenaga kerja asal Filipina di Arab Saudi “petugas Kudubes Filipina tidak mampan di usap makanya tidak ada orang Arab Saudi yang berani kurang ajar sama tenaga kerja Filipina .
Ke tidak tegasan KBRI ini pulalah yang membuat TKI bermasalah dengan majikanya memilih untuk kabur dan tinggal di bawah kolong jembatan di Arab Saudi ,cara seperti ini,mengingat mereka tidak memegang uang satu sen pun sementara untuk pulang ke tanah air di butuhkan biaya yang tidak sedikit.namun tak sedikit juga para TKI yang lari dari rumah majikannya ini terjerumus ke dunia prostitusi dan kehidupan malam di kota Jeddah aat mereka menggelandang kemudian ditawari kerja di bar dan kulub malam  dengan iming-iming gaji yang besar .jadilah mereka pelacur.  












Tidak ada komentar:

Posting Komentar