TKI
atau TKW ,Derita Tah Henti Mereka Semua
Menanti
Buruh
migran Indonesia atau yang lebih popular dengan sebutan TKI (Tenaga kerja
indonesia ) setiap bulan tak kurang dari
80.000 TKI dikirim ke berbagai Negara dan sekitar 80 persen dan di antaranya adalah
perempuan maka TKI di sebut juga dengan TKW (Tenaga kerja wanita).kesulitan
ekonomi menjadi alasan utama yang mendorong mereka jauh-jauh merantau padahal
ke tidak benaran menggelola Negara inilah yang menjadi pangkal kesulitan
ekonomi ,pertumbuhan ekonomi rill jalan di tempat himgga berujung pada
penyempitan lapangan kerja dan PHK massal .
Anda
pasti telah mendengar TKW atau pun TKI yang menjadi korban kebiadapan
majikannya ?ya,tapi jumlahnya sedikit
yang diekspos .ini menjadi cerminan kondisi yang sebenarnya banyak TKW
Indonesia yang mengalami nasib tidak deruntung dan akhirnya bunting mereka
tidak mendapat perlindungan selayaknya sebagai warga Negara Indonesia di Negara
lain
Seorang
supir asal di Indonesia yang mengadu nasib di Negara tersebut menuturkan kepada
sebuah media tentang sisi lain dari dari kisah para pahlawan divisia Negara itu
,menurutnya ,nasib tragis para TKI tidak terlepas dari sikap Kedutaan Besar
Republik Indonesia (KBRI) yang nilainya kurang tegas ,”misalnya ,ada tidak yang
di perkosa majikanya .sebelum TKI tersebut melapor kejadian tersebut di
pihak KBRI ,si majikan yang
menperkosanya sudah terlebih dahulu datang ke KBRI sambil membawa pengacara dan
sejumlah uang untuk damai ,”jelas sopir di jaddah selama dua tahun ini.
Kondisi
justru berbeda di perlihatkan oleh Kudubes Filipina di Arab Saudi ,kudubes
Filipina di nilainya telah tegas dalam melindugi kepentingan dan hak para
tenaga kerja asal Filipina di Arab Saudi “petugas Kudubes Filipina tidak mampan
di usap makanya tidak ada orang Arab Saudi yang berani kurang ajar sama tenaga
kerja Filipina .
Ke
tidak tegasan KBRI ini pulalah yang membuat TKI bermasalah dengan majikanya
memilih untuk kabur dan tinggal di bawah kolong jembatan di Arab Saudi ,cara
seperti ini,mengingat mereka tidak memegang uang satu sen pun sementara untuk
pulang ke tanah air di butuhkan biaya yang tidak sedikit.namun tak sedikit juga
para TKI yang lari dari rumah majikannya ini terjerumus ke dunia prostitusi dan
kehidupan malam di kota Jeddah aat mereka menggelandang kemudian ditawari kerja
di bar dan kulub malam dengan
iming-iming gaji yang besar .jadilah mereka pelacur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar